Breaking News

Kamis, 25 April 2013

Peluang Usaha : UBIYABI

MODAL AWAL CUMA 250 RIBU, KINI OMZETNYA 1 JUTA PER BULAN

Berbeda dengan varian makanan berbahan ketela ungu lainnya, kali ini Suryadin Laoddang dari INSPIRASI USAHA menemukan aroma, citarasa dan tekstur khas dan asli dari ketela ungu.

Rasa yang selalu tak didapatinya ketika menikmati makananan olahan seperti bakpia tela ungu atau bakpao tela ungu yang pernah ngetred di Yogyakarta berberapa tahun lalu. Saat menikmati Ubiyabi Coklat Keju, rasa itu terasa. Meski ketela ungu tersebut telah diolah dengan tambahan keju dan taburan coklat di permukaannya.

Bikin kenyang tapi gak bikin eneg! Begitulah kesan yang selalu dirasakan para pelanggang Ubiyabi. Racikan unik ini oleh penggagasnya, Angga Kusuma Aribowo diberi nama Ubiyabi. Nama Selain Ubiyabi Coklat, masih terdapat menu variatif lain seperti Ubiyabi Strawberry, Ubiyabi Blueberry, Ubiyabi Coklat, Ubiyabi Keju hingga paket minuman seperti Susu Ubiyan, Milkshake Ubiyabi dan minuman lainnya.

Kekhasan menu Ubiyabi memang terletak pada bahan bakunya yakni Ketela Rambat varian Ungu atau akrab disebut Ketela Ungu. “saya tertantang bagaimana mewujudkan sebuah menu berbahan lokal seperti tela ungu tapi dengan citarasa yang digemari generasi sekarang, seperti citarasa coklat, strawberry atau keju. Yah hasilnya seperti ini. Perlu diketahui, ubi ungu memiliki senyawa antioksidan yang tinggi sehingga baik untuk menjaga kesehatan” cerita Angga mengawali pembicaraan malam itu bersama INSPIRASI USAHA.

Masih menurut Angga, ide ini adalah ide lama. Tahun 2009 lalu pada kelas Kewirausahaan di Kampusnya Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta, ia dan teman kelompoknya menjadikan menu ini sebagai bahan penelitian, setelah lolos presentasi lalu dipamerkan dalam event kampus saat itu. Oleh Angga, ide terus diwujudkan. Dengan modal Rp. 250.000,- ia mengawalinya dengan menawarkan makanan olahannya ini lewat jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, dan beberapa situs paket diskon lainnya. Awalnya Angga hanya melayani pemesanan dengan sistem layanan delivery service. Pelanggannya adalah para kawula muda dan kaum urban belia.

Kini, Ubiyabi telah membuka gerai dengan setting café gaya mahasiswa dibilangan utara kota Yogyakarta, utara Rumah Sakit Jogja International Hospital Yogyakarta. Dekat dengan lingkungan pemondokan Mahasiswa dari UPN, UII, STIE YKPN, STIMIK AMIKON, STIE SBI, POLTEKKES Permata Indonesia dan POLTEKKES Guna Bangsa. Buka dari jam 16.00 hingga 23.00 WIB. Khusus untuk delivery service hanya melayani request order hanya sampai dengan jam 10.00 WIB. Pembatasan ini sengaja dilakukan untuk menjaga kualitas pesanan juga ketepatan waktu pengantaran, paling penting untuk menjaga agar sajian tetap hangat ketika diterima konsumen.

Menjawab pertanyaan INSPIRASI USAHA seputar rahasia sukses Ubiyabi bertahan dalam memasarkan makanan “kampung” seperti ubi ungu. Pemuda kelahiran 1987 ini menuturkan “jangan salah, warga urban dan perkotaan sekarang sudah mulai rindu dan doyan makanan kampung, ini tidak terlepas dari kian maraknya makanan tidak sehat yang beredar saat ini. Lihat aja beras pake pemutih, buah-buahan dan sayuran impor ternyata disuntik pewarna, ya maka wajar jika masyarakat rindu makanan kampung semisal sagu, jagung dan umbi-umbian seperti ubi ungu ini”.

“Kini tantangan dan kuncinya ada pada kita, mampu gak kita memodifikasi makanan kampung tersebut menjadi bercitarasa modern seperti yang kita inginkan sekarang?” tantang Angga lebih lanjut.

ILUSTRASI BISNIS

Belanja MODAL

Oven Sederhana  (Hock)                                           Rp.        240.000,-
Kompor Gas 1 Tungku                                              Rp.        200.000,-
TOTAL BELANJA                                                        Rp.       440.000,-

Belanja Harian
Cup Alumunium Foil (100 cup x Rp.500)            Rp.          50.000,-
Bahan Pelengkap Lainnya                                      Rp.        100.000,-
Gas dan Lainnya                                                       Rp.           15.000,-
Biaya Listrik dan Telpon                                        Rp.           15.000,-
Gaji Karyawan                                                         Rp.          20.000,-
Biaya Internet                                                          Rp.              5.000,-
Biaya Promosi                                                         Rp.           20.000,-
TOTAL BELANJA                                                     Rp.       225.000,-

PEMASUKAN HARIAN
Jika asumsi setiap harinya laku 80 cup/mangkok dengan harga rata-rata Rp. 7.000, maka Omzet per hari adalah Rp. 560.000

KEUNTUNGAN HARIAN
Pemasukan – Belanja Harian
( Rp. 560.000 - Rp. 225.000,-)                                               Rp.     335.000,-

Hasil penjualan diatas baru sebatas sajian makanan yang ditawarkan, belum termasuk produk minuman dan camilan kripik lainnya yang omzetnya juga memcapai angka 600 ribu. Jadi dalam satu hari, ubiyabi meraup omzet Rp. 1.000.000,- per hari.

Ubiyabi buka setiap hari (termasuk hari Minggu) dapat dikunjungi atau dihubungi di Jl. Gurameh Raya No 24, Minomartani, Sleman Yogyakarta Jam Operasional: Pukul 16.00 - 23.00 WIB. Tempat disetting sangat romantic, cocok buat keluarga, rombongan atau pasangan, apalagi tersedia fasilitas Hot Spot. Pemesanan ke Twitter : @ubiyabi, Facebook: ubiyabi, Pin BB : 3131F1F2, Telp: 081904900009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar