Jumat, 16 Juni 2017

Dosen Jualan hadir berbagi Tips Jualan Online di Group WA Anda....

Standard
Dosen Jualan hadir berbagi Tips Jualan Online di Group WA Anda....

Melanjutkan postingan di FB saya kemarin tentang rencana Dosen Jualan untuk hadir di Group WA Anda, berikut saya rincikan hal tehnisnya ....

A. Tentang materi yang dibagikan
Materi yang dibagikan Dosen Jualan terbagi atas 4 kategori

1.Tips-tips marketing ( online & offline )



2. Ide-ide bisnis


3. Cerita inspirasi



 4. Contoh copy writing





Materi akan dibagikan ke dalam semua Group secara serentak oleh Dosen Jualan dan atau Tim Dosen Jualan.

B. Waktu sharing materi
Dosen Jualan akan berbagi di dalam group Anda tidaklah rutin pada waktu dan jadwal tertentu. Melainkan dibagikan sewaktu-waktu, disaat Dosen Jualan ada waktu dan dapat ide (menyesuaian dengan aktifitas Dosen Jualan lainnya)

Materi dibagikan secara terus menerus, beberapa tips dibagikan secara berseri. Jadi tidak hanya sekali berbagi dalam Group. Untuk itu Dosen Jualan akan ada dalam group Anda secara terus menerus. Jadi tidak Anda keluarkan dari Group Anda.

C. Group yang bergabung
Group apapun boleh mendapatkan tips-tips dari Dosen Jualan, termasuk group yang berbau SARA. Semoga dengan hadirnya tips Dosen Jualan, bisa menjadi pencerahan siapapun.

Bagi group yang ingin berpartisipasi, maka diminta untuk merevisi nama group Anda dengan menambahkan kata DJ diakhir atau diawal Group Anda.

Contoh : nama group awalnya EMAK-EMAK DOYAN BISNIS menjadi EMAK-EMAK DOYAN BISNIS DJ

Tujuan dirubahnya nama group ini adalah untuk memudahkan Dosen Jualan dalam mengirimkan tips tersebut, semoga dengan ganti nama ini, tidak ada group yang terlewatkan.


D. Konpensasi untuk Dosen Jualan
Tidak ada konpensasi yang diminta oleh Dosen Jualan. Dosen Jualan tidak akan jualan dengan hard selling di Group Anda, baik itu jualan produk, jasa, atau kelas Dosen Jualan. Sesekali Dosen Jualan hanya akan lakukan soft selling diakhir postingan, dengan cantumkan link-link website.

Silahkan, jika Anda berminat dan setuju dengan ikhwal tehnis diatas silahkan add nomor berikut 0857 9996 9668 ke dalam Group Anda (ini nomor HP saya yang akan melayani program ini).

Sejarah: Kyai Suja, Keteguhan Hati dan Keyakinan Datangnya Pertolongan Allah.

Standard
Sejarah: Kyai Suja, Keteguhan Hati dan Keyakinan Datangnya Pertolongan Allah.

SangPencerah.id– Pada 17 Juni 1920 berlangsung rapat anggota Muhammadiyah yang dipimpin langsung oleh Kiai Dahlan. Rapat malam itu membahas program kerja. Bidang Pendidikan dipimpin oleh Kiai Hisyam, yang berkeinginan membuat sekolah-sekolah dan Universitas Islam. Bidang Tabligh dipimpin oleh Kiai Fahrodin, yang berkeinginan membangun Masjid dan menggelorakan pengajian. Bidang Taman Pustaka dipimpin Kiai Mohtar,yang berkeinginan menerbitkan majalah dan buku-buku Islam.

Bidang terakhir bernama Bidang Penolong Kesengsaraan Umum yang dipimpin oleh Kyai Syuja, yang berkeinginan membangun Rumah Sakit, Panti Sosial untuk orang miskin dan mendirikan Panti Asuhan. Ide Kyai Syuja karuan saja ditertawakan oleh peserta rapat anggota Muhammadiyah.

Bagi peserta rapat ide dari Kyai Syuja itu terlalu besar, mengada-ada dan tidak seimbang dengan kemampuan Muhammadiyah. Bahkan ada anggota Muhammadiyah berkomentar “ Itu kan pekerjaan pemerintah/kolonial Belanda,apakah Muhammadiyah akan menjadi pemerintah?” Kiai Dahlan memberi isyarat agar peserta rapat tenang dan rapat akan ditutup.

Namun Kyai Syuja minta izin untuk bicara dan dikabulkan oleh Kiai Dahlan. Kyai Syuja mengungkapkan kekecewaannya karena ide-idenya ditertawakan peserta rapat. Kyai Syuja yakin atas dasar pengetahuan dan ajaran Islam bahwa mendirikan Rumah Sakit,Panti Sosial dan Panti Asuhan bisa dilaksanakan karena Allah SWT memerintahkan manusia bekerja dengan sungguh-sungguh dengan penuh semangat dan giat.

Pada akhir pidato Kiai Syuja mengutip Q.S Muhammad (47) Ayat 7 : Hai orang-orang yang beriman,jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kamu dan akan meneguhkan kedudukanmu.

Sekarang kita bisa melihat tekad Kiai Suja’ inilah yang menjadikan Muhammadiyah dikenal dan dikenang sebagai organisasi pelayanan yang besar: Rumah Sakit dan Panti Asuhan adalah trade mark utama Muhammadiyah hingga kini.

Kalau tidak ada tekad yang ditertawakan itu tidak akan terwujud ide Kiai Suja’ ini. Terkadang dalam bertindak kita memang perlu menjadi manusia yang penuh tekad, tebal muka, siap diejek dan ditertawakan. Bila Allah berkehendak, dan cita-cita kita itu sesuai dengan kehendak jaman, niscaya cita-cita itu akan terwujud. (sp/red)

Renungan 20 Ramadhan 1438

Iwan Setiawan.

Berapa Gaji Seorang Pimpinan Muhammadiyah

Standard
Berapa Gaji Seorang Pimpinan Muhammadiyah

Seorang pengurus yayasan bertanya: “Berapa gaji pengurus Muhammadiyah yang tertinggi dan terendah?”
“Pimpinan tidak ada yang digaji, hanya karyawan yang digaji” jawab saya
“Apa benar? Kalau begitu dari mana sumber ekonomi mereka?”
”Semua pimpinan Muhammadiyah punya pekerjaan, tidak menganggur”.
” Bagaimana kalau tugas Muhyammadiyah bersamaan dengan tugas pekerjaan?”
” Jika waktu berbenturan, tugas pekerjaan didahulukan, baru Muhammadiyah.”.
”Kalau begitu tidak profesional karena menomorduakan Muhammadiyah”.
”Mungkin menurut orang lain tidak profesional. Tetapi itu lebih baik karena semua pimpinan
Muhammadiyah tidak ada yang berfikir mengurusi Muhammaidyah sebagai profesi. Semua berniat sebagai pengabdian. Yang penting dilakukan penuh kesungguhan dan sepenuh kemampuan”.

Teringat Alm. Pak Lukman Harun. Beliau pernah punya gagasan memberi gaji kepada pimpinan Muhammadiyah supaya waktu dan perhatiannya bisa penuh ke pesyarikatan. Tanggapan Pak AR ketika ditanya: ”Itu niat yang baik, tapi ketua PP mau digaji berapa? Ketua ranting berapa? Apalagi kalau dihitung masa kerja, semua pimpinan rata-rata sudah aktif sejak masa muda. Lalu siapa yang mau membayar gaji itu?” kata Pak AR tersenyum. Pengurus tidak digaji, itulah kekuatan Muhammadiyah, bukan kelemahan.

Seorang dosen perguruan swasta bukan orang Muhammadiyah bertanya ”Apakah benar semua amal usaha menjadi milik pimpinan pusat?” ”Benar!” jawab saya.

”Berapa bantuan dari pusat sampai bisa menguasai semua aset itu?”
”Sama sekali tidak membantu. Hanya meresmikan, itupun kalau ada waktu.. Pimpinan Pusat tidak menguasai, walaupun secara hukum semua atas nama pusat”.
”Tidak menguasai tapi memiliki, itu sama saja. Kalau tidak dibantu, lalu dari mana sumber dana membangun amal usaha yang demikian banyak?”
”Dari anggota dan simpatisan. Anggota ranting di desa misalnya, mereka urunan membangun madrasah, SD, mesjid dan sebagainya. Demikian jug aset lain seperti rumah sakit sampai universitas. Mereka paham kalau diberi nama Muhammadiyah itu artinya diberikan kepada Muhammadiyah”.
”Rela ya, apa kuncinya kerelaan memberi itu?”

Saya katakan bahwa Muhammadiyah itu organisasi kerja, bukan organisasi papan nama. Sebuah ranting berdiri bukan karena banyaknya orang tetapi karena ada kegiatan. Syarat berdirinya sebuah ranting harus punya amal usaha misalnya punya sekolah, atau mesjid atau punya aktivitas seperti pengajian.

Berikutnya, Orang Muhammadiyah itu melakukan kegiatan karena dorongan iman, dorongan keyakinan, bukan karena mencari untung . Karena itu sering dalam kegiatan mereka bukan saja tidak dapat honor, malah sering mengeluarkan uang dari kantongnya. Lain dengan kepanitiaan di istansi. Asal namanya tercantum berhak dapat honor walaupun tidak bekerja. Karena itu sering rebutan agar namanya bisa dicantumkan dalam panitia kegiatan. Di Muhammadiyah tidak demikian. Mereka bekerja karena didorong iman bukan keuntungan, itulah juga kekuatan dalam Muhamamdiyah.

Kekuaan berikutnya, orang Muhammadiyah itu relatif terdidik dan rasional. Jadi mudah faham dengan aturan.
”Orang rasional yang irrasional”, katanya sambil tertawa, karena bersusah payah membuat sekolah dan rumah sakit, lalu diberikan sukarela ke pusat tanpa konpensasi.
Seorang walikota yang bukan orang Muhammadiyah tertarik dengan istilah ”amal usaha” yang digunakan dalam lembaga Muhammadiyah. ”Ini mengandung makna yang mulia” katanya. Menurut walikota, orang bekerja di rumah sakit, sekolah dan di semua amal usaha Muhammadiyah harus dimulai dengan nawaitu amal, baru usaha atau nawaitu cari nafkah. Jangan dibalik, yang menonjol cari nafkahnya atau usaha, nanti bisa lupa amalnya. Karena itu dinamakan amal usaha. Artinya, niat beramal di depan, baru usaha cari nafkah”, katanya.

Kita tidak tahu apakah para karyawan di amal usaha Muhammadiyah sudah menghayati dengan baik makna amal usaha seperti yang diuraikan walikota itu. Atau bersemangat sebaliknya. Bekerja murni mencari nafkah tanpa ada semangat mengabdi.

Setelah Muhammadiyah berkembang besar, setelah jumlah amal usaha terus bertambah, boleh jadi nawaitu orang masuk Muhamamdiyah bermacam-macam. Ada yang ingin mengabdi untuk agama tetapi ada pula untuk kepentingan lain. Selama pimpinan persyarikatan dan pimpinan amal usaha tetap istiqamah pada tujuan memberi sesuatu, bukan meminta sesuatu kepada Muhamamdiyah, kita percaya daya saring pada orang-orang yang masuk Muhammadiyah tetap akan berjalan baik.

Namun berikut ini mungkin kejadian kecil yang penting untuk direnungkan. Seorang pengurus Aisyiyah bercerita, suatu hari ibu penjual nasi goreng dekat sebuah pasar tradisional agak tergopoh-gopoh mendatanginya. ”Apakah betul Bu Haji orang Muhammadiyah?” tanya penjual nasi goreng itu.
”Betul! kenapa?”
”Tidak ada apa-apa, Ooh, ternyata orang Muhammadiyah ada juga yang baik, ya”, kata penjual itu dengan suara rendah seperti kepada dirinya sendiri.

Ibu Aisyiyah tertegun dan merasa nelongso mendengar ucapan kawannya itu. Kalimat ”ternyata orang Muhammadiyah ada juga yang baik” terngiang terus. Apa orang Muhammdiyah itu demikian buruk sehingga dianggap aneh kalau berbuat baik?

Ibu Aisyiah itu memang sering menolong penjual nasi goreng itu, meminjami uang (tanpa bunga), memberi nasehat, mencari solusi masalah keluarga, menjadi tempat curhat dan konsultasi gratis. Aneh, bu haji ternyata orang Muhammadiyah.

Muhammadiyah memang sudah berusia satu abad. Tetapi ternyata masih banyak masyarakat mengenal Muhammadiyah baru sebatas kulitnya. Belum dalamnya. Pengurus yayasan yang bertanya berapa gaji pimpinan Muhammadiyah, dia belum kenal Muhammadiyah dengan baik. Juga dosen perguruan swasta itu. Apalagi penjual nasi goreng itu.

Sudah banyak yang kita lakukan, tetapi ternyata lebih banyak lagi yang belum sempat kita kerjakan. Memasuki usia abad ke dua, kita harus membuktikan bahwa Muhammadiyah kebalikan dari sangkaan penjual nasi goreng itu. Jika orang mengatakan ”dia orang Muhammadiyah”, maka dalam kata itu harus terkandung jaminan sebagai orang baik, amanah, jujur, menepati janji, keja keras, pecinta damai, tidak mbulet dan tidak aji mumpung.

Ternyata banyak orang yang belum kenal betul pada Muhamamdiyah. (no name)

Rabu, 15 Maret 2017

Diaspora Orang Bugis di Tanah Bumbu, Kalimantan

Standard

Diaspora Orang Bugis di Tanah Bumbu, Kalimantan
Oleh : Mansyur (Masters thesis, Program Pascasarjana Undip, 2012)

Diaspora dan migrasi adalah sebuah fenomena yang banyak dijumpai dalam perjalanan sejarah bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia. Salah satu fenomena yang paling menonjol dalam sejarah diaspora di kepulauan Indonesia adalah diaspora suku bangsa Bugis sejak abad ke-17. Orang-orang Bugis membangun koloni-koloni di Kalimantan bagian timur, dan di Kalimantan bagian tenggara Pontianak. Semenanjung Melayu khususnya di barat daya Johor dan di wilayah lainnya. Dari beberapa koloni tersebut, orang Bugis mengembangkan pelayaran, perdagangan, perikanan, pertanian, dan pembukaan lahan perkebunan. Kemampuan menyesuaikan diri merupakan modal terbesar yang memungkinkan orang Bugis dapat bertahan selama berabad-abad. Menariknya, walau mereka terus menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya, orang Bugis tetap mampu mempertahankan identitas ke-Bugis-an mereka.

Kajian tentang diaspora suku Bugis ke daerah lain yang mulai berlangsung sekitar abad ke-17 marak dikaji sejarawan dan peneliti dengan tema beragam. Umumnya mereka menitik beratkan pada tinjauan diaspora politik dan latar belakang nya yang melibatkan para bangsawan atau golongan raja. Kemudian, membahas bagaimana adaptasi orang Bugis untuk survival di daerah lain, serta dampak diaspora bagi perkembangan suatu kawasan.3 Karya-karya tersebut memang bervariasi. Tetapi, kajiannya cenderung hanya membahas tentang diaspora Bugis dari abad ke-17 sampai abad ke-18 dan fokusnya hanya di daerah-daerah tertentu seperti di Semenanjung Malaya, daerah pesisir Jawa dan Sumatera. Sementara itu, diaspora orang Bugis di wilayah Borneo (Kalimantan) bagian selatan dan timur khususnya di wilayah Tanah Bumbu, seakan belum tersentuh. Demikian halnya dalam kerangka tempora.

Permasalahan kontinuitas diaspora Bugis pada abad ke-19 dan ke- 20, sangat jarang dikaji oleh peneliti. Selain itu, pembahasan tentang dampak diaspora dan ekspansi perdagangan orang Bugis (expansion of Bugis trade) juga masih luput dari perhatian. Berdasarkan pada kondisi itu, kajian ini mencoba menguraikan diaspora dan migrasi suku Bugis di daerah migran yaitu wilayah Tanah Bumbu, Karesidenan Borneo bagian Selatan dan Timur tahun 1842-1942. Karena itulah diaspora Bugis lebih berhasil, karna disebabkan oleh situasi historis dan keunikan orang-orang Bugis untuk melakukan pembaharuan. Orang Bugis menjadi kelompok diaspora yang mapan di dunia Melayu dan pantai timur Sumatra.

Latar belakang diaspora, awal orang-orang Bugis ke daerah lain di Nusantara hingga ke Semenanjung Malaya serta wilayah Asia Tenggara lainnya adalah adanya semangat untuk merantau. Orang-orang Bugis selalu berupaya mencari tempat yang dianggap layak bagi dirinya untuk tinggal, bekerja, bermasyarakat dan lain-lain. Selama hal tersebut belum dicapai, perantauan tidak akan pernah berakhir. Perantauan orang Bugis ini juga dimotivasi budaya siri yang menjadi pandangan hidup orang Bugis Dinamika diaspora Bugis ini turut diwarnai peristiwa jatuhnya Makassar ke tangan Belanda pada tahun 1667.

Migrasi orang orang Bugis meningkat di tahun-tahun berikutnya ke berbagai wilayah di Asia Tenggara. Penyebab gerakan migrasi ini adalah pembatasan komersial ketat yang dipaksakan Belanda terhadap perdagangan Makassar, hasil dari arus perpindahan penduduk dari Sulawesi Selatan. Terdapat koloni-koloni orang Bugis di Kalimantan Timur, dekat Samarinda dan Pasir; di tenggara Kalimantan, Pontianak Semenanjung Melayu, khususnya di barat daya Johor dan di wilayah lainnya di Nusantara. Kesinambungan diaspora orang Bugis yang berlangsung hingga abad ke-19 dan ke-20, terpelihara berkat peranan pelayaran dan perdagangan Bugis. Korelasi antara pelayaran dan perdagangan dengan arus migrasi orang orang Bugis, terjadi di hampir semua daerah koloni Bugis di wilayah Hindia Belanda dan semenanjung Melayu. Sebagaimana fenomena diaspora orang Bugis di wilayah Karesidenan Borneo bagian Selatan dan Timur, khususnya pada tahun 1842 hingga tahun 1942-an.

Pada tahun 1667 ditandatangani perjanjian Bongaya antara Kesultanan Gowa yang diwakili Sultan Hasanuddin dan pihak Hindia Belanda yang diwakili Laksamana Cornelis Speelman. Walaupun disebut perjanjian perdamaian, isi sebenarnya adalah deklarasi kekalahan Gowa dari VOC (Kompeni) serta pengesahan monopoli oleh VOC untuk perdagangan sejumlah barang di Pelabuhan Makassar yang dikuasai Gowa. Dampak dari diaspora Bugis sejak abad ke-18 hingga abad ke-20 terwujud pada terbentuknya pemerintahan Bugis atau to-Ugi’8 Pagatan tahun 1735 yang berkembang sejak tahun 1842-an. Pemukiman yang dibangun orang-orang Bugis tahun 1735 hingga tahun 1800 menjadi embrio dari perkembangan jaringan diaspora dan perdagangan perahu layar Bugis antar pulau pada tahun 1850-an. Selanjutnya, tradisi maritim to-Ugi’ seperti pappagattang, mappanretasi’ dan industri pembuatan perahu Bugis tahun 1920-an. Kemudian pembukaan kampung-kampung nelayan Bugis di wilayah Pagatan tahun 1920, strategi adaptasi ekonomi to-Ugi’ serta terbentuknya jaringan perikanan ponggawa Bugis tahun 1930. Dalam perkembangannya hingga abad ke-20, kerajaan ini menjadi “homebase” migran Bugis di Kalimantan bagian tenggara dan timur. Dalam bidang ekonomi, mereka mengembangkan bidang perdagangan, pertanian, perkebunan dan perikanan.

Fakta yang paling signifikan yang mendukung terjadinya migrasi Bugis ke daerah lain dalam empat dekade pertama abad ke-20 adalah “ekspor” padi, dan komoditas karet dan tanaman lainnya seperti kopra. Sebagian besar migran Bugis ke Kalimantan dan Semenanjung Malaya terlibat dalam penanaman karet atau lebih sering dalam penanaman kelapa untuk kopra. Tanaman perkebunan ini cocok dan hampir sama dengan produksi pertanian di Sulawesi Selatan. Selain itu, dalam bidang kelautan orang Bugis yang ber-diaspora ke wilayah tanah bumbu juga membawa budaya maritim-nya.

Arus migrasi di wilayah itu makin berkembang seiring dengan dilaluinya jalur Karesidenan Borneo bagian Selatan dan Timur (Pelabuhan Stagen, Kotabaru) oleh armada Netherlands Indies Steams Navigation (NISN) pada tahun 1888 dan armada Koninklijk Paketvaart Maatshappij (KPM) milik pemerintah Hindia Belanda tahun 1900-an. Secara tidak langsung, keberadaan armada NISN maupun KPM memang mengakibatkan makin menurunnya jumlah dan kapasitas perahu yang singgah di pelabuhan-pelabuhan utama Nusantara, dengan perkecualian pelabuhan Makassar. Meskipun demikian, keberadaan armada KPM tidak serta merta mematikan peranan perahu layar orang Bugis. Pelayaran perahu rakyat ini malah menjadi salah satu armada transportasi pembantu atau feeder vessels.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, tesis ini mengkaji dua permasalahan utama. Pertama, apakah hubungan diaspora orang-orang Bugis dengan terbentuknya jaringan diaspora dan “daerah otonom” Bugis di wilayah Tanah Bumbu, Karesidenan Borneo bagian Selatan dan Timur dalam kurun waktu tahun 1842-1942. Permasalahan ini berkaitan dengan latar belakang diaspora suku bangsa Bugis ke Borneo (Kalimantan), “embrio” terbentuknya komunitas Bugis hingga terbentuknya kesatuan masyarakat Bugis yang lebih besar atau “daerah otonom” yakni kerajaan Bugis Pagatan di landskap/wilayah Tanah Bumbu. Kemudian permasalahan ini juga berkaitan dengan dinamika Kerajaan Bugis Pagatan (aspek politik, pelayaran dan perdagangan) dalam kurun waktu tahun 1842-1900. Permasalahan kedua, mengapa orang-orang Bugis bisa mempertahankan “kontinuitas” diaspora di wilayah Tanah Bumbu, Karesidenan Borneo bagian Selatan dan Timur sejak tahun 1842 hingga tahun 1942. Dalam hal ini, berhubungan dengan faktor faktor yang menyebabkan “terpeliharanya” diaspora Bugis hingga tahun 1942.

Ada beberapa buku yang relevan, yang berisi informasi dan dapat dijadikan acuan dalam menyusun tesis ini. Karya pertama yang dikaji dalam tinjauan pustaka ini adalah disertasi Kathryn Gray Anderson, The Open Door: Early Modern Wajorese Statecraft and Diaspora.14 Disertasi ini membahas hubungan antara Wajo, sebuah pemerintahan konfederasi Bugis di Sulawesi Selatan, dengan kelompok-kelompok migran Wajo di luar daerahnya seperti di Makassar, Sumatera Barat, Selat Malaka, serta Kalimantan Timur dan Tenggara, setelah Perang Makassar (1666-1669). Anderson berpendapat bahwa orang Bugis yang berdiaspora ke daerah lain, berinteraksi dengan daerah pusat dalam cara yang mirip dengan konstituen lokal dan bahwa daerah tujuan di aspora dapat dilihat sebagai bagian dari negara. Migran Wajo menurut Anderson memiliki fleksibilitas yang luar biasa dalam beradaptasi dengan kondisi lokal di daerah di mana mereka menetap. Sementara itu, tiap komunitas Bugis yang berkembang di daerah tujuan bisa bekerja sama dan memiliki strategi sehingga bisa membaur. Terutama lewat jalan perkawinan, diplomasi dan peperangan. Berbagai komunitas Bugis di berbagai daerah juga bekerja sama dalam membangun daerah komersial dan saling memberikan bantuan militer. Kerjasama tersebut didukung adanya konsep Bugis yakni pesse’ dan solidaritas atau simpati. Pesse’ adalah ikatan emosional yang mengikat migran dengan tanah air nya di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu kunci untuk pemeliharaan hubungan antara pemukim Bugis Wajo di beberapa daerah, adalah hubungan antara perantau Wajo dengan tanah air nya yang diintensifkan pada awal abad ke-18 ketika penguasa Wajo berusaha untuk memanfaatkan kekuatan militer dan potensi komersial daerah tujuan migran.

Upaya ini mencapai puncaknya tahun l736 ketika salah seorang penguasa Wajo, La Maddukelleng, yang terusir dari Wajo kembali dari Kalimantan Timur ke daerah Wajo di Sulawesi Selatan. La Maddukelleng mendapat dukungan orang Wajo di Makassar dan Sumbawa untuk mengusir Belanda dari Sulawesi Selatan. Walaupun pada akhirnya gagal, tindakan ini mencontohkan “budaya diaspora” orang-orang Wajo, walaupun berada di luar daerahnya tetap menjadi bagian penting dari daerah Wajo yang menjadi homeland nya.

Adapun kelebihan dari tulisan K.G. Anderson ini, adalah pembahasannya yang cukup rinci tentang diaspora orang Bugis Wajo pada abad ke-18. Kemudian dari tulisan ini juga dapat dijadikan acuan sekaligus perbandingan dalam “meramu” bahan tulisan untuk penulisan tesis ini, terutama dipaparkan dalam bab 6, tentang diaspora orang-orang Bugis Wajo di Kalimantan bagian timur dan tenggara. Dalam bab ini, dibahas tentang kondisi perekonomian di wilayah pesisir Kalimantan. Kemudian sejarah awal orang Wajo serta daerah-daerah yang menjadi tujuan diaspora di Kalimantan Timur dan Tenggara, yakni Kutai, Pasir dan Pagatan. Selanjutnya jaringan perdagangan dan penaklukan La Maddukelleng serta pembentukan komunitas di daerah taklukannya di Kalimantan bagian timur dan tenggara. Karya selanjutnya adalah tulisan Jacqueline Linneton Passompe’ Ugi’ ,Bugis Migrants and Wanderers.

Dalam tulisannya, J. Linneton menjelaskan tentang Passompe’ Ugi’ (perantau Bugis) dari Sulawesi Selatan yang sejak lama terkenal memiliki jiwa petualang yang berlangsung sejak akhir abad ke- 17. Suku bangsa Bugis bertualang ke seluruh pelosok dunia Melayu dengan berprofesi sebagai pedagang dan penakluk negara-negara kecil. Migrasi orang orang Bugis terjadi setelah jatuhnya Makassar ke pendudukan Belanda pada tahun 1669. Sampai periode ini, gerakan migrasi ke luar daerah Sulawesi Selatan hanya terbatas pada orang-orang Bugis dan Makassar yang terlibat dalam perdagangan. Pedagang ini mungkin adalah pengembara bukan migran, yang menjelajah Nusantara untuk mencari daerah perdagangan di musim-musim tertentu, dan kembali ke Sulawesi hanya beberapa bulan setiap tahun untuk memperbaiki perahu mereka.

Menurut J. Linneton, kehadiran bangsa Eropa yang menguasai Makassar di satu sisi, memang makin menancapkan kuku hegemoni-nya. Tetapi di sisi lain, petualang Bugis secara tidak langsung terdorong untuk keluar daerahnya dan efektif mengendalikan beberapa daerah, seperti Kerajaan Johor, Riau dan Semenanjung Melayu, Kutai di bagian timur Kalimantan, sampai di Selangor, di pantai barat Semenanjung Malaya. Kelebihan dari tulisan ini adalah penjelasan J. Linneton yang cukup rinci dalam menggambarkan pengaruh Bugis di wilayah pesisir daerah-daerah di Semenanjung Malaya hingga ke Kalimantan yang berada di bawah kontrol orang- orang Bugis dan membawa budayanya yang membentuk sebuah kerajaan Bugis komersial. Perluasan perdagangan orang Bugis dan konflik dalam negeri di Sulawesi Selatan pada akhir abad ke-17 dan ke -18 menyebabkan pedagang Bugis banyak meninggalkan tempat asal mereka. Terutama sub-suku Bugis Wajo, yang menjadi pionir pembentukan koloni di Kalimantan.

Karya selanjutnya adalah tulisan Andi Ima Kesuma, Migrasi dan Orang Bugis. Dalam tulisannya Andi Ima Kesuma menjelaskan bahwa hampir di seluruh pesisir pantai di pelosok Nusantara ditemukan komunitas orang Bugis. Mereka berada di daerah tersebut dengan menjadi perantau atau pasompe. Budaya pasompe jika ditelusuri dalam jejak sejarah yang teramat panjang akan ditemukan fakta yang menyebutkan kalau migrasi secara besar-besaran orang dari tanah Bugis ke sejumlah wilayah di Nusantara bermula sekitar awal abad ke-17. Orang Bugis perantauan dikenal sebagai suku yang cepat melakukan adaptasi dengan penduduk asli. Para perantau itu kemudian mengenal adanya istilah tiga ujung atau tellu cappa dalam melakukan proses adaptasi dengan penduduk yang didatangi.

Pertama menggunakan cappa lila (ujung lidah) atau kemampuan melakukan diplomasi. Jika diplomasi dianggap tidak mempan maka dilakukan langkah kedua cappa laso (ujung kemaluan), yakni orang Bugis melakukan proses perkawinan dengan penduduk asli. Kalau pada akhirnya kedua ujung itu tidak mempan, maka ditempuhlah jalan terakhir menggunakan cappa kawali (ujung badik), yaitu dengan peperangan. Andi Ima Kesuma juga menjelaskan, salah seorang Bugis perantauan yang tiba di Johor awal abad ke-17 adalah Opu Daeng Rilakka bersama dengan lima orang putranya yakni Opu Daeng Parani, Opu Daeng Manambung, Opu Daeng Marewa, Opu Daeng Calla serta Opu Daeng Kamase. Kelima satria Bugis ini menurut Andi Ima Kesuma, memberi warna perjalanan pemerintahan di Kesultanan Johor. Daeng Rilakka merupakan turunan kedua Arung Matoa Wajo ke-44, La Oddang Datu Larompong.

Karya ini termasuk salah satu studi mendalam soal migrasi orang Bugis dengan mengambil kasus Bugis asal Wajo di Johor Malaysia. Sejarah migrasi orang Bugis selain karena faktor ekonomi juga karena peperangan. Migrasi keluar Sulawesi Selatan berkaitan erat dengan peperangan akibat rivatalitas antar kerajaan memperebutkan hegemoni. Dalam hal ini maka migrasi pada hakikatnya adalah produk perang dan proses sosial. Tradisi pasompe telah berlangsung pada kurun waktu tahun 1600-an, bermula dari Perang Makassar melawan VOC. Bangsawan kerajaan yang bersekutu dengan Makassar banyak yang meninggalkan daerahnya.

Selain faktor perang, masompe dilakukan karena siri’ serta prinsip menyangkut kebebasan dan kemerdekaan. Dari karya ini, pola migrasi dan diaspora awal Bugis di wilayah Tanah Bumbu hampir sama dengan yang terjadi di Johor. Konsep yang dipakai Andi Ima Kesuma tentang passompe yang menjadi filosofi migrasi Bugis untuk merantau ke Semenanjung Malaya, bisa diterapkan dalam menganalisa migrasi dan diaspora Bugis di wilayah Tanah Bumbu.

Selanjutnya karya Hamid Abdullah, Dinamika Sosial Emigran Bugis Makassar di Linggi Malaysia.17 Dalam tulisannya Hamid Abdullah menjelaskan tentang emigrasi orang Bugis Makassar ke kawasan Linggi, Kerajaan Selangor, Semenanjung Malaya pada tahun 1809.

Kawasan itu dahulunya adalah hutan belantara yang belum terjamah oleh tangan manusia. Demikian pula sungainya masih merupakan rawa-rawa yang belum dapat dipergunakan untuk pelayaran sampai akhirnya dibuka oleh orang Bugis. Dalam perkembangannya kawasan Linggi menjadi wilayah yang potensial dalam sektor geografis dan juga menjadi wilayah penting dalam sektor perdagangan dan ekonomi di semenanjung Malaya. Menurut Hamid Abdullah, Linggi berasal dari nama bagian buritan kapal (perahu Bugis) dan nama itu dipakai seterusnya dalam upaya membuka lahan pemukiman yang baru. Daerah Linggi ini pun dianggap sebagai pemukiman harapan. Migrasi Bugis-Makassar ke daerah Linggi terjadi sebagai akibat langsung dari terusirnya mereka dari kesultanan Riau. Pengusiran yang sistematis itu sebagai akibat masuknya pemerintah kolonial Belanda yang berkolaborasi dengan Kesultanan Riau.

Pada 10 November 1784 disusun perjanjian antara kerajaan Johor dengan pemerintah Belanda yang diberi nama Tractaat van Altoos Durende, Getrouwe Vriend end Bondgenoctschap. Perjanjian tersebut berisi aturan yang mewajibkan warga Riau asli memegang jabatan di Kesultanan, sehingga berakibat fatal bagi posisi Bugis-Makassar dalam dunia politik Kerajaan Johor.

Pengusiran itu bukan menjadi halangan bagi Bugis-Makassar untuk merebut kembali martabatnya. Mereka kembali mengarungi lautan, menerobos sungai, merambah dan membuka hutan untuk pemukiman baru. Semangat juang mereka tak surut, dan justru tambah bersemangat. Orang Bugis-Makassar “menyulap” kawasan hutan lebat menjadi tanah pertanian yang subur. Sungai Ujong di pinggir hutan Linggi dibersihkan dan dibuka untuk lalu lintas perdagangan. Makin lama pelayaran rakyat melewati alur Sungai Ujong kian ramai dan menjadikan Linggi sebagai salah satu kawasan penting. Pada awal abad ke-19 Linggi menjelma menjadi daerah otonomi yang luas, dan orang Bugis-Makassar yang membuka daerah ini pun telah memiliki struktur pemerintahan lokal tersendiri. Tentunya, prinsip siri’ na pacce (rasa malu dan solidaritas) yang terus membakar semangat mereka, sehingga tidak jatuh mental ketika terusir dari kesultanan Riau.

Menurut Hamid Abdullah, keterlibatan masyarakat Bugis-Makassar dalam kerajaan-kerajaan di Semenanjung Melayu tampak cukup pelik. Mereka dengan terpaksa ikut terlibat perang, hiruk pikuk dalam memperebutkan kekuasaan dan mahkota kerajaan Riau, Johor, Pahang, Kedah dan Selangor. Aktivitas berupa intrik politik, komplot, skandal adalah peristiwa yang berulang setiap saat, yang kadang menimbulkan korban keluarga sendiri. Seringkali pula mereka dijebak untuk memihak pada salah satu golongan, sehingga membuat kelompok mereka terpecah-pecah. Akibatnya anak keturunan Bugis-Makassar saling bersitegang karena berbeda keberpihakan.

Konsep tentang migrasi Bugis di kawasan Linggi, Semenanjung Malaya dapat diterapkan dalam membahas tentang migrasi dan diaspora Bugis di Tanah Bumbu. Dalam pembahasan Hamid Abdullah, dijelaskan terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi Bugis. Faktor tersebut adalah kondisi politik dan ekonomi. Kemudian spirit dari orang Bugis untuk massompe’ ke daerah lain. Kemudian pembentukan komunitas Bugis di Linggi dan strategi adaptasi ekonominya, tidak jauh berbeda dengan upaya pembukaan daerah potensial di wilayah Tanah Bumbu yang dilakukan orang-orang Bugis.

Selasa, 31 Januari 2017

HOT PROMO! RUMAH KOMERSIL HARGA SUPER HEMAT

Standard
Ada 2 tipe yg di tawarkan oleh The Forest View Premium Residence
Sebagai satu satunya perumahan komersil dengan harga super hemat yg ada di dkat Bandara Sultan Hasanuddin.

Ada tipe Shakila dan Tipe Indah

Tipe Shakila 
LB 36 m2
LT 72 m2. harga normal 215juta
Harga promo hanya 99juta sistem bayar cash
Jaminan beli kembali dari developert di tahun ke 2 dgn harga normal

Tipe Indha
LB 68 m2
LT 84 m2 harga normal 450juta
Promo hanya 299juta
Jaminan beli kembali dari developer ditahun ke 2 dgn harga normal

Untuk promo tersisa 4 unit lagi dari 10 unit



Untuk sistem bayar tanpa DP dan tanpa bunga (harga normal)
12x angsur tanpa DP dan tanpa bunga
24x angsur tanpa bunga dan DP 20%

Untuk sistem bayar tanpa DP dan tanpa bunga berakhir di bulan februari 2017

Untuk KPR bank (harga normal)
DP minimal 20% (bisa di cicil 6x sampai 12x) 
bisa 15thn (ilustrasi bunga 10% / thn)

Lokasi : jl. Poros carangki-Amarang Maros, ditengah jantung MAMINASATA hanya 15 menit ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Bila minat segera hubungi bagian pemasaran kami 085219741242

Jumat, 27 Januari 2017

Usaha Rumahan : Mukena Anak Anak

Standard


Assalamualaikum BunTik ... 

BunTik .. ya begitulah saya menyapa para konsumen. Karena apa ?? Karena yang mencari produk ini adalah bunda bunda cantik ... Jadi dipanggil BunTik deh .. Hee.... *Sekilas info ..Hii .


Putri BunTik sudah mulai belajar sholat??? BunTik kesulitan mencari penjual mukena untuk anak-anak??? Haduehh Buntik...BunTik sudah landing di tempat yang tepat nih ... Di MUKENA ANJANI [Gambar 20.jpeg] 
Kami menjual mukena anak berbahan katun yang sangat nyaman untuk dikenakan putri bunda. Pilihan motif dan warna sangatlah beragam. Ukuran pun bisa menyesuaikan besarnya putri bunda. Mau dibuat kembaran dengan bunda juga cantik. 

BunTik yang mau ikutan jualan jadi reseller atau dropshiper bisa banget. 

Untuk fast respon n kepoin motif barunya silahkan bunda bisa menghubungi: 
Ibu Ambar 
WA only : 0821.3431.4648 
IG : jual_mukena_katun_anak 

Berawal dari Hobi Bulutangkis Kini Menjadi Bisnis Sendiri

Standard

 Ya, segala nya bisa jadi duit, enak bukan kalau hobi anda justru menjadi sumber penghasilan anda. Itulah yang dilakoni Santo (37) saat ini. Bisnis toko online perlengkapan bulutangkis yang dilakoninya kini berkembang menjadi yang terlengkap dalam dan luar negeri, bermula dari hobinya bermain bulutangkis kemudian ketemu dengan supplier yang pas dan enak untuk kerjasama.



“Alhamdulillah, passionnya dapet, hobi jadi duit, ketemu supplier yang pas, produk saya sudah menjangkau ke seluruh pelosok Indonesia, kirim ke luar negeri juga sering, ke Brunei, Singapura, Malasyia, Singapura, paling jauh kirim ke Finlandia,” ujarnya semangat. “Kalau di pelosok itu kan susah cari perlengkapan badminton yang bagus, kalau pun ada mahal banget, masih jauh lebih murah produk yang saya jual, itu pun sudah ditambah dengan ongkir,” sambungnya.

Kunci suksesnya katanya: “Produk lengkap, harga bersaing, respon cepat, ramah, jujur, mudah ditemukan di halaman pertama Google, dan tentu saja kekuatan doa.”
Bisnis yang telah dijalankan dari tahun 2007 ini, kini telah berbentuk badan hukum, ya permulaan masih CV, namanya CV Success Netpreneur, memperkerjakan 2 orang admin dan 1 orang kurir.

CV. SUCCESS NETPRENEUR dapat dihubungi di
Cipedes Hegar 10 No.81 RT7 RW3 (Pasteur) Pajajaran Cicendo Bandung
Telp 022 2056 0167
o    Hotline - 081 322 37 3456
o    SMS - 081 322 37 3456
o    BBM - 5D8D 0843
o    Whatsapp - 081 322 37 3456
o    Line - tokobulutangkis.com
o    Email - admin@tokobulutangkis.com
Web: http://www.tokobulutangkis.com
Instagram: https://www.instagram.com/jual_raket_badminton/
Facebook: https://www.facebook.com/Jualraketbadmintonterbaiktermahalyonexliningmurah





Kamis, 26 Januari 2017

Gratis; Perawatan Alami yang Lagi Booming Di Kalangan Artis

Standard
Mau wajah kinclong kaya artis?
Mau wajah mulus kaya artis?
Mau wajah glowing kaya artis?


Ini dia perawatan alami para artis yang lagi booming: yaa, MASKER KEFIR...
Semua orang mencari MASKER KEFIR untuk perawatan alaminya...
Jangan sampai kamu ketinggalan tren alami ini...


Kini hadir, masker kefir SUPER KOLOSTRUM dengan banyak khasiat yaitu:
- Mengatasi jerawat sampai ke akarnya
- Anti wringkle yang mujarab
- Menghilangkan flek hitam menahun
- Melembutkan kulit sehalus kulit bayi
- Mengobati scar/bopeng di wajah




Masker SUPER KOLOSTRUM (50gr) seharga 150.000 ini GRATIS untuk kamu... bila membeli paket BEST SELLER RATU KEFIR seharga 260.000
Harga paket BEST SELLER RATU KEFIR:
^ Masker kefir 100gr Rp. 150.000
^ Krim kefir Rp. 50.000
^ Serum kefir Rp. 30.000
^ Sabun kefir Rp. 30.000


JANGAN SAMPAI KEHABISAN, hanya untuk 100 pembeli pertama se-INDONESIA...


KAPAN LAGI dapet produk GRATIS senilai 150.000...


No keep, siapa cepat dia dapat !!!


Info Kontak Pemesanan:
BBM : D39FBC0F
WA : 0822 4022 3926
.
* Ratu Kefir, member resmi Komunitas Kefir Indonesia (KKI) dan bersertifikat
* Tampil di program Doeloe Sekarang Trans7, Selasa 27 Sept'16

Rabu, 25 Januari 2017

Perdana di Indonesia : Buku Kain Custom,My Book My Story

Standard

Buku Kain? Yup..Buku ini terbuat dari kain,berbentuk buku seperti biasa dengan lembaran lembarannya,ada cerita dan gambar.Kenapa Buku Kain? Karena lebih ramah bayi dan balita,lebih aman buat bayi,tanpa takut bayi atau balita memakan kertas atau ketimpa buku yang lumayan berat,atau terkena sudut buku yang runcing.Uniknya Buku ini bisa di cuci jika kotor.Bukunya juga di buat empuk,Karena di dalamnya di isi dacron lembaran kualitas bagus.Dengan Gambar gambar full colour yang memanjakan mata.


Buku Custom maksudnya apa? 

Di My Book My Story,tokoh cerita bisa di pesan dengan nama anak,panggilan ke orang tua juga bisa di sesuaikan dengan panggilan sehari hari di rumah,jadi di buku ini anak adalah bintang utama cerita.Bayangkan serunya membaca buku di mana namanya yang tertulis sebagai tokoh disana,excited pastinya.

Di Buku ini juga bisa di buatkan foto anak,nama lengkap dan tanggal lahir,sebuah buku special buat Ananda tercinta,agar ia senantiasa merasa istimewa.

Menurut Bu Nova Yenti (owner AmanyBook),Ide ini berawal saat Beliau lagi mendongeng sebelum tidur bersama anak anak,saat itu,anak anak tidak mau di bacakan buku,mereka minta Bundanya untuk membuat cerita,maka Bunda bercerita tentang kisah Putri yang di bebaskan pangeran dan perompak,dimana anak anaknya jadi Bintang Cerita,mereka excited. 

Jadilah muncul Ide membuat Buku Kain,di mana anak anak adalah Bintang Utama cerita,lahirlah My Book My Story yang beliau tulis sendiri,dengan menggandeng illustrator Kak Heindry Kurniawan dan designer kak Hendri Setiawan yang sudah terbiasa mengilustrasi dan mendesign buku buku anak di Indonesia.Konsep buku kain Custom ini Perdana di Indonesia.

“My Book My Story terdiri dari 33 buku dengan 5 tema,Seri Aku Suka Ibadah,Aku Anak Saleh,Seri kemandirian,Seri Aku Anak Pintar,Seri aku berakhlak Mulia.di jual dalam bentuk Paket yang di lengkapi Game Pesta Bintang untuk melatih kemandirian anak,juga adversity quotient anak,Karena saat ini anak lebih banyak di mudahkan orang tua dalam segala hal, membuat anak anak tidak terbiasa dengan tantangan dan kesulitan,sehingga tingkat kemadirian dan Adversity Quotient rendah.Padahal anak sedang menghadapi zaman di mana tingkat persaingan akan semakin ketat,” Jelas beliau

Apa kata pakar tentang My Book My Story?

Kehadiran My Book,My Story sangat membantu para orangtua untuk memberikan alternatif yang lebih sehat untuk anak-anak yang beberapa tahun belakangan terpapar gadget di tahun-tahun pertama hidupnya di dunia ini. Konten ‘bergizi’nya My Book My Story yang memang dikaryakan dengan niat bisa membangun jiwa anak-anak shaleh, berkarakter dan cerdas menjadi lebih menarik karena disampaikan dengan gambar dan cerita yang ringan. Apalagi dengan tampilan Personalized Cloth Book semakin memperkuat masuknya nilai-nilai pada anak yang memiliki buku ini, karena Buku ini menjadi spesial karena Anak Andalah yang menjadi tokoh utama dalam cerita.

Barakallah Bu Nova Yenti atas inovasi dan buah kreativitasnya lewat My Book,My Story ini. Tidak hanya sekedar hadir dengan  keunikan, yang terpenting My Book My Story hadir dengan prinsip yang sangat sesuai dengan tahap perkembangan anak dalam penyampaian. Bonus Permaianan Pesta Bintang juga menjadi hal yang tidak bisa dilewatkan karena menerapkan prinsip ‘Modifikasi Perilaku’ yang diyakini terapis dan psikolog sebagai terapi yang sangat membantu dalam membentuk perilaku yang tepat dan sesuai pada anak.

So, My Book,My Story adalah hadiah yang paling tepat untuk mengasah masa emas balita kita agar jiwanya senantiasa indah berkilauan dengan akhlak mulia.
Yosi Molina, S,Psi,M.Psi, Psikolog                                                                     
Direktur Inspirasi Consulting dan dosen Psikologi UNP

Testimoni lain dari Gubernur Sumatra Barat,Pakar pendidikan anak dll bisa di lihat di www.mybook-mystory.com


Saat di temui di Kantor AmanyBook,Bunda Yanti menjelaskan tahun ini akan lahir Buku Buku baru dan mainan edukatif baru yang masih terbuat dari kain,akhir tahun 2016,sudah di launching Amany’s Story Cubes,ini adalah edukatif game Perdana di Indonesia,10 cubes dengan 60 gambar berbeda yang nanti dimainkan dengan cara menggulingkan beberapa kubus dan membuat cerita dengan menghubungkan gambar gambar yang muncul,mainan ini melatih kecerdasan linguistik anak,keberanian menceritakan ide dan melatih daya imajinasi dan kreatifitas.Tahun 2017 ,AmanyBook akan meluncurkan  beberapa seri Buku dan mainan edukatif yang baru.


AmanyBook membuka peluang usaha menjadi reseller/agen online Amany,saat ini sudah ada ratusan reseller yang tergabung dari seluruh Indonesia.Bagi Amany,ini bukan hanya sekedar bisnis,tapi ini adalah dakwah,berdakwah lewat buku dan media,membentuk anak shalih dan shalihah lewat media buku dan mainan edukatif yang bisa di gunakan orang tua sebagai sarana pembelajaran di rumah.

“Anak jauh lebih banyak di Rumah di banding di Sekolah,maka orang tua sebagai pendidik utama bertanggung jawab penuh dalam mendidik anak,kami membantu menyediakan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan,di mana anak menjadi bintang dalam bukunya,semoga menjadi amal sholih buat kami,para reseller dan semua yang berperan dalam hadirnya buku buku dan media edukatif ini ke tangan customer,” pungkas Beliau

Tertarik bergabung bersama kami?
Silahkan kontak

WA 081322743725/082383408345
Pin : D5AF2E8E
Fanpage : AmanyBook
IG : Amany_Book
Web : www.mybook-mystory.com



Senin, 23 Januari 2017

Sedekah Beras : Gerakan Baru sangat Inspiratif

Standard
Lembaga Sedekah Beras merupakan lembaga sosial yang berdiri sejak tahun 2014 yang bertekat membantu masyarakat, khususnya kaum dhuafa. Lembaga ini awalnya lahir atas inisiasi beberapa tokoh komunitas kemanusiaan yang berada di kota Bumi Wali Tuban Jawa Timur. Selama 2 tahun berjalan kini disupport oleh donator aktif dari berbagai penjuru daerah di Indonesia untuk semakin menebar manfaat untuk para kaum dhuafa.


Di tahun ketiga ini Lembaga Sedekah Beras kini semakin melebarkan penyebaran sedekah ke daerah-daerah yang terhitung masih pelosok, secara ekonomi maupun pendidikan agama. Dengan harapan terjadi keseimbangan ekonomi dan pengetahuan islam kepada seluruh msyarakatnya.

Penyebaran sedekah dirancang dengan memadukan kegiatan kajian keislaman mingguan, Alhamdulillah banyak warga sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mulai dari Bapak-bapak, Ibu-ibu, Remaja dan anak-anak. Lembaga juga menggandeng beberapa tokoh masyarakat sekitar agar komunikasi kepada masyarakat lebih mudah terjalin dan membentuk kepercayaan yang tinggi.

Dalam usia tahun ketiga ini Lembaga Sedekah Beras beserta tim relawan senantiasa meningkatkan efektifitas kinerja dan penyaluran donasi agar memiliki manfaat  serta dampak positif yang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Karena komitmen sejak awal berdirinya lembaga ini 100% donasi digunakan untuk kepentingan penyebaran sedekah beras, maka tim relawan secara sukarela bergerak secara mandiri dengan kemampuan finasial ataupun tenaganya.

Saat ini pula tim relawan juga aktif mengelola situs resmi www.sedekahberas.com dan juga akun-akun sosial lainnya. Fanpage sedekah beras, kajian bbm, kajian telegram dan juga kajian melalui whatsapp. Dengan ini harapannya bukan hanya kaum dhuafa saja yang merasakan manfaat adanya lembaga ini, namun juga para calon atau donator aktif merasakan dampak baik atas berdirinya lembaga ini.

Di  tahun 2017 ini tim relawan menargetkan penyebaran sedekah beras dapat  menyasar sekitar 215 kaum dhuafa perbulannya, secara kontinyu. Serta memperluas dan semakin meningkatkan kinerja dari sebaran wilayah yang sudah ada sebelumnya.

“Jika bukan kita yang melakukan kebaikan, Siapa lagi yang harus kita harapkan?.” Relawan sedekah beras.

Anda bisa ikut serta membantu para dhuafa dengan berdonasi melalui rekening resmi Lembaga Sedekah Beras di Bank BRI Syariah 1023827731 Cabang Kota Tuban.

Lembaga Sedekah Beras
BBM: D49F03B6
WA/SMS: 082334869082
TELEGRAM: @SedekahBeras


Minggu, 22 Januari 2017

Bisnis Snack yang Tiada Matinya

Standard
Makaroni, yah snack ringan yang sekarang semakin diminati oleh banyak kalangan. Entah itu kalangan anak-anak, remaja sampai dewasa pun suka ngemil snack ringan ini. Snack yang sudah menjadi cemilan kegiatan sehari-hari. Makaroni yang memiliki beberapa jenis, dianataranya adalah makaroni skotel, makaroni spiral dan jenis makaroni lainnya.

Makaroni sendiri sebenarnya adalah kombinasi dari pasta kering yang bahannya dari Gandum. Namun, tidak mengandung telur dan memiliki potongan pendek dengan rongga kecil.  Makaroni diperkenalkan oleh Belanda selama pendudukan di Indonesia

Anda sendiri, pernah tidak mencoba cemilan yang satu ini ? Biasanya dikemas dengan plastik kecil dan diberi harga sekitar Rp.500 - Rp.1000 . Emm harga yang cukup murah untuk snack ringan. Namun, jika Makaroni ini dikemas dengan kemasan yang menawan dan memiliki rasa yang gurih tentunya aman bagi kesehatan. Bagaimana pendapat anda ? 

Pengen coba atau malah pengen menjual ? Atau bisa saja ini bisa menjadi peluang bisnis untuk anda. Tentunya untuk menambah pemasukan sehari-hari. Tidak peduli anda adalah seoarang kuli bangunan, Ibu rumah tangga, Mahasiswa, atau malah anda adalah Pelajar yang masih duduk di bangku sekolah. Anda bisa memanfaaatkan peluang bisnis ini untuk menambah pemasukan anda.

Masih bingung ini bisnis apa ? Ini adalah bisnis berjualan. Yap "BERJUALAN". Tapi tunggu dulu, ini jualannya tidak hanya bisa di Offline atau gelar lapak. Tetapi, ini bisa juga anda jual Via Online atau lewat Sosial media atau di MarketPlace seperti Tokopedia dan Bukalapak. 

Kenapa demikian ? karena Produk kami ini bisa dijual via apa saja dan Target market nya pun luas. Mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa pun suka dengan cemilan makaroni ini. Anda bisa memanfaatkan berbagai macam Akun sosial media milik anda untuk berpromosi.

Apa sih produk kami ? Produk kami adalah Makaroni Mafia. Produk kami menggunakan makaroni Skotel yang memiliki banyak rasa dan dibuat dari bahan yang aman bagi kesehatan. Masih belum percaya jika Cemilan ini bakalan laris untuk dijual ? Karena makaroni yang itu-itu aja. Tunggu dulu, Tim Makaroni Mafia di tahun 2016, dalam setahun sudah berhasil menjual sekitar 80.000 pcs ke seluruh Indonesia dan sudah berhasil mendarat di Hongkong. 

Makaroni kami mempunyai 10 macam Varian rasa dan akan ada Produk kami yang Premium yaitu Makaroni Keju. Yah, Makaroni Keju yang bahan dasarnya terbuat dari olahan Keju. Tunggu saja kehadirannya. Daripada menunggu tanpa hasil mendingan lihat Rasa dari makaroni kami.

Makaroni goreng kami terdiri dari 10 rasa :

● Original
● Pedas
● Super Pedas
● Balado
● Keju
● Ayam Bakar
● Pizza
● Jagung Bakar
● BBQ
Macaroni Mafia Siap meneror perut anda yang doyan cemilan. Dan Makaroni Goreng kami aman untuk dikonsumsi karena di goreng dengan minyak berkuaitas dan bumbu premium yang aman untuk di konsumsi. 

Packaging kami sangat membantu disaat anda tak habis memakannya tinggal tutup lagi dengan zipper dan membuat makanan tidak tengik.


Eits.. sebelum anda bergabung dengan kami, anda harus tau bahwa semua kesuksesan memerlukan kerja keras. Karena sejatinya, tidak ada bisnis yang langsung membuat si pelaku bisnis tersebut meraih kesuksesan secar langsung. Tetapi dengan menjalankan bisnis tersebut dengan Ikhlas dan Penuh semangat. Suatu hari nanti pasti mendapatkan apa yang ingin dicapai.

Jadi tunggu apalagi, Yuk bergabung dengan kami.
Belajar Bersama – Berdagang Bersama – Sukses Bersama. 

https://macaronimafia.id  | 0895-1362-6541

Jumat, 20 Januari 2017

Nikmati Oleh Oleh Jajanan Khas Bandung tanpa harus ke Bandung

Standard

Ngidam cemilan khas Bandung?
Ingin menikmati legitnya brownies Amanda tanpa harus pergi ke Bandung?
Kangen dengan lezatnya bolen dan brownies Primarasa?
Terbayang nikmatnya batagor Riri, Isan dan Kingsley?

Bandung kini menjelma menjadi salah satu kota tujuan destinasi wisata dan belanja favorit bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. Tidak sah rasanya jika pergi ke Kota Bandung tanpa membawa oleh-oleh jajanan khas Bandung yang unik dan tiada dua nya. Tapi terkadang macet menjadi kendala untuk anda menikmati itu semua.


Tapi itu dulu, kini Anda tidak harus pergi ke Bandung untuk menikmati itu semua. Cukup klik langsung dari gadget atau laptop anda. Tinggal pilih, transfer pembayaran, kemudian tinggal tunggu paket sampai di kota Anda.

Kini hadir toko online khusus oleh-oleh jajanan khas Bandung yang terlengkap yang pernah ada, mulai dari dodol, keripik, batagor, brownies, bolen, batagor, oncom, tutut, cireng, cilok semua ada di sini, memudahkan dan memanjakan anda semua. Toko online ini dikelola oleh CV Success Netpreneur berlokasi di Pasteur Bandung.

Mulanya ujar Santo, sang pemilik bisnis ini tidak menyangka makanan yang ia jual laku, bayangkan saja: oncom, tutut (keong sawah), cilok, cireng menjadi produk best seller di toko online ini. “Saya ga nyangka, awalnya hanya coba-coba karena rumah Saya dekat dengan sentra oleh-oleh jadi saya jual semua itu makanan di internet, ternyata laku banget, bahkan oncom mentah pun laku, peuyeum (tape) apalagi, bahkan dodol pun sampai ngirim beberapa kali ke Korea Selatan” Ujarnya dengan semangat. “Bahkan ibu-ibu hamil yang sedang ngidam banyak belanja online ke sini,” sambungnya. Kuncinya masih menurut pemilik: produk lengkap, respon cepat, produk fresh, makanan matang hari itu dikirim hari itu juga.

CV Success Netprneur dapat dihubungi di:
Cipedes Hegar 10 No.81 RT7 RW3 (Pasteur) Pajajaran Cicendo Bandung
Telp. 022 2056 0167
HP/SMS/WA: 08 11 222 0 484